IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MAHASISWA SAAT INI DENGAN SIKAP SEMANGAT KEBANGSAAN MELALUI PANCASILA INSTRUMENTAL VALUE
![]() |
| Sumber : https://www.ngelmu.id/pengertian-nasionalisme/ |
Semangat Kebangsaan menjadi hal yang menarik untuk dibahas ditengah krisis “Ada-nya” dalam tengah masyarakat karena merupakan salah satu dari nilai pendidikan karakter bangsa Indonesia, seperti yang dikutip dari pusat kurikulum Balitbang Kemendiknas. Sebagai jabaran dari semangat kebangsaan, sikap toleransi terhadap sesama menjadi pemersatu dari perbedaan agama, etnis dan ras yang sifatnya beranekaragam di tanah Indonesia. Krisis Semangat Kebangsaan menjadi permasalahan yang masyarakatnya terutama generasi muda 4.0 tidak boleh luput dari itu, dapat dinilai sebagai krisis karakter karena terlihat dari semakin mengikisnya sikap - sikap nasionalisme dan ketidak pahaman akan seluk beluk Kebangsaan tersebut. Hal itu diperparah oleh teknologi yang hadir seperti pisau bermata dua, menjadikan isu - isu sensitif kebangsaan dengan cepat mencuat tersebar dengan kebenaran yang masih dapat diragukan. Isu-isu nasionalis ini sangat santer di telinga masyarakat. Sehingga melunturkan rasa pluralisme yang telah tertuang dalam sila-sila pancasila. Hal ini juga di perparah dengan media sosial yang mudah diakses dimana saja dan kapan saja oleh masyarakat. Sebagai contoh bagaimana peran teknologi dalam memperparah isu- isu sensitif nasionalis ialah konflik politik-agama yang berpusat di Jakarta (212) dan Konflik rasial yang baru saja terjadi di Asrama mahasiswa Papua di Surabaya.
Lunturnya semangat kebangsaan ditakutkan
menjadi perpecahan, korosif terhadap prinsip kenegaraan yang ada dan telah
menjadi fragmen kebudayaan bangsa yang berkedaulatan. Perkembangan Teknologi
ditengah masyarakat dapat dinilai sebagai lintasan jalan yang tak bertuan, hal
ini semakin terlihat dari semakin mengikisnya sikap nasionalisme dari
masyarakat dan dapat dinilai dari ketidak pahaman akan semangat kebangsaan.
Sebab itu kita sebagai masyarakat indonesia harus mempunyai rasa semangat
kebangsaan pluralisme sebagai pemersatu bangsa. Memang saat ini menjaga tanah
air tidak lagi dengan perang dan senjata, sebagai Mahasiswa kini dengan
semangat kebangsaan akan meningkatkan gairah pancasila sebagai adaptasi
perilaku sehari-harinya sehingga akan menjaga tanah air dan mewujudkan
kenegaraan yang ideal. Mahasiswa kini harus mewujudkan sikap nasionalisme dan Mahasiswa
juga harus menjadi pelopor dalam memupuk nilai-nilai pancasila. Pancasila juga harus
ditumbuhkan sebagai semangat patriotisme. Tujuannya, pancasila harus menjadi
perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Mahasiswa kini harus menjadi komando
dalam menebarkan kecintaan kepada tanah air dan menerapkan pancasila dalam
semua bidang kehidupan. Mahasiswa kini harus bangga memiliki pancasila.
Pancasila telah memberi kehidupan bagi semua lapisan masyarakat. Pancasila
adalah nafas setiap detak kehidupan bangsa ini. Pancasila adalah nyawanya
demokrasi. Pancasila adalah identitas nasionalisme yang patut diperjuangkan.
Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa yang diterima sekaligus menerima
keragaman adat, suku, ras, budaya, dan juga agama. Mahasiswa kini dengan
semangat pancasila tidak boleh terjebak dalam fanatisme-identitas. Mahasiswa
kini harus menjadikan pancasila sebagai semangat kebangsaan. Pancasila akan
mempeerat dan memperkuat jalinan perjuangan para Mahasiswa kini seluruh
Indonesia lintas keragaman. Masalah adanya Demo dikotomi kenegaraan melalui
pengatas namaan islam di seluruh Indonesia, teknologi bukan sesuatu yang
membahayakan tapi memperparah pemerintah menon aktifkan media sosial pada saat
ada 212 karna media penyebaran mampu merusak buih sila pancasila ke 3 dan rasa
toleransi terhadap sesama menjadi sirna. menggalakkan dan mengerakkan Teori
informasi organisasi merupakan salah satu teori komunikasi yang membahas
mengenai pentingnya penyebaran informasi dalam organisasi untuk menjaga
kelangsungan hidup organisasi tersebut. Teori ini menekankan proses dimana
individu mengumpulkan, mengelola, dan menggunakan informasi. Dengan penggunaan
media informasi yang ada saat ini dapat diiringi dengan nilai- nilai yang bukan
saja secara kemasyarakatan namun juga melingkupi nasionalisme, hal ini dapat
dibangun melalui penggambaran karakter tokoh- tokoh yang berjasa dalam
perjuangan bangsa Indonesia.
Created By :
Dwi Ardiasyah
Melinda Elfina
Axel Diandra
Created By :
Dwi Ardiasyah
Melinda Elfina
Axel Diandra

Comments
Post a Comment